Tgs Bhs.Indonesia (Membuat cerita pendek)

             PERSAHABATAN YANG SEMPAT USAI

Pagi ini pagi yang sangat cerah, sang surya Nampak malu – malu muncul di balik Horizon. Pagi ini rasanya aku ingin terus mengulum senyum, di pelupuk mataku terbayang bagaimana indahnya menjadi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Namaku Zhafira aku adalah anak yang ceria, ramah, berkulit putih, tinggi, tapi berhidung pasek. Hari ini adalah hari pertama berawalnya kegiatan belajar mengajar setalah melewati masa orientasi siswa.

        Aku berangkat sedikit lebih siang, ketika aku tiba di sekolah aku heran karena sekolah tampak masih sepi, berbeda dengan sekolahku dulu. Aku masuk kelas dan kelaspun juga masih sepi hanya ada 3 anak itupun laki – laki semua. Waktu menunjukkan pukul 07.00 tepat para siswa dan siswi mulai berdatangan. Aku duduk sendirian tiba – tiba ada seorang siswi dia cantik, berkulit sawo matang, tapi sedikit pendek, dia mendekat padaku dan duduk disampingku dia bernama Sandra san dua anak perempuan duduk di belakang kami namanya Emil dan Mila. Mila berkilit sawo matang dan tingginya sedang, dan Emil berkulit putih, cantik dan berhidung pesek.

        Hari berganti hari kamipun mulai akrab dan menjalin persahabatan. Dan aku mulai tau bagaimana sifat mereka masing – masing. Sandra sifatnya ramah dan lucu, Mila sifatnya penolong dan ceria, dan Emil sifatnya cuek. Siang ini panas matahari terasa membakar kulit dan kerongkomgan terasa haus sekali kamipun memutuskan pergi ke kantin untuk membeli minuman. Sepanjang perjalanan kami terus bercanda tiba – tiba bruuuk!!!!! Sandra menabrak seseorang diapun terjatuh.

“ maaf saya nggak sengaja saya terlalu banyak bercanda jadi nggak lihat ” ujarnya

“ iya nggak apa – apa, lain kali jangan bercanda kalau sedang jalan ” sahutmya.

Anak laki – laki itu berlalu tapi Sandra masih terdiam mematung dan memandangi anak itu.

“ahemb!!!!! ” Mila berdehem

“ kayakmya ada yang sedang jatuh cinta ni, ciye – ciye “ ujarku

“ ah apaan sih ” sahut Sandra, pipi Sandra merona,

“lihat tu pipimu merah berarti tandanya iya ” ujarku, Sandra hanya tersenyum malu.

 “ Sudah ah ayo kita jalan dulu haus nih “ kata Emil.

        Sejak kejadian itu Sandra terus memikirkan anak itu dan terus berusaha mencari – cari informasi tentang anak itu kamipun turut serta membantunya. Sandra sangat bahagia karena dia sudah mengetahui nama anak itu, anak itu bernama Andika tapi lebih akrab dipanggil Dika dia anaknya pintar dan Sandrapun mendapatkan akun facebooknya jadi mereka berkenalan lewat jejaring sosial. Dan untuk kesekian kalinya kami bertemu dengan Dika, dia melempar senyum kepada kami  kamipun membalasnya, dan Sandra membalas dengan senyum termanisnya. Ku rasa kedua insan ini sedang jatuh cinta. Jam pelajaran berakhir Sandra pulang dengan tergesa – gesa karena ada urusan jadi kami pulang bertiga.

 “Ira” tiba – tiba dari belakang terdengar sayup – sayup orang memanggilku, kami bertiga membalikkan badan

 “ eh Dika, ada apa Dik? “ ujarku

“ emmm.. kalian bertiga mau nggak nganterin aku untuk beli kado buat Sandra? Kalian kan sahabatnya pasti kalian tau dong kesukaanya “ ujarnya

“ boleh sekalian aku juga mau beli kado untuk Sandra ” sahutku

“ tapi kami nggak bisa ikut karena ada les privat “ sahut Emil

“ kalau begitu nggak jadi deh aku nggak enak jalan berdua dengan kamu”  ujarku

“ udah ra nggak apa – apa, kan kalau kamu ikut kamu bisa menunjukkan ke Dika apa kesukaan Sandra “ sahut Mila  

“ emmmmm…. Iya udah deh “ ujarku.

        Kami tiba di pusat perbelanjaan dan langsung memilih hadiah untuk Sandra, mata Dika tertuju pada baju yang cantik dan lucu dan berwarna pink ia pum lantas bertanya padaku.

“ bagaimana menurutmu tentang baju ini? “ tanyanya

“ bagus dan lucu, warnanya juga sesuai dengan kesukaan Sandra “  komentarku

“ tapi apakah ini muat dengan Sandra? “ ujarnya

“ menurutku sih pas, tapi seingatku ukuran baju Sandra sama denganku “ sahutku

Lalu dengan spontan Dikapun menyocokkannya, tapi dari kejauhan Sandra melihat dan ia pun jadi salah faham.

        Keesokkan harinya Sandra marah padaku dan memakiku dengan kata – kata tidak sopan.

 “ Ira “ panggilnya dengan muka merah padam.

“ ada apa San? “ tanyaku

“ kamu jahat banget Ra, kenapa kamu menghianatiku, kenapa kamu menusukku dari belakang, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu juga suka sama Dika? Kita adalah sahabat kenapa kamu tidak jujur padaku“

“ maksudmu apa sih San aku nggak ngerti “ tanyaku

“ kamu nggak usah belagak begok deh, aku tidak ingin punya sahabat penghianat seperti kamu, aku benci kamu mulai sekarang persahabatan kita PUTUS!!!!! “ hardiknya dan ia pun pergi meninggalkanku dengan air mata meleleh.

San, San, Sandra “ panggilku, aku ingin menjelaskan semuanya tetapi ia tidak menoleh sedikitpun.

Sejak kejadian itu dia marah besar padaku dan tidak mau lagi berbicara denganku, aku ingin menjelaskan tetapi ia tidak mau mendengarnya. Melihat kelakuan Sandra yang seperti itu Mila dan Emil bertanya padaku dan aku menjelasnnya.

        Aku hanya bisa pasrah dengan semua ini dan kejadian ini pula membuat aku terbaring di rumah sakit selama berhari – hari. Semua sahabat dan teman – temanku datang menjengukku tapi kecuali Sandra. Tepat pada hari ulang tahunnya dating menjengukku, dengan air mata meleleh ia meminta maaf padaku. “ Ra, maafkan aku, maafkan aku yang telah memakimu dengan kata – kata tidak sopan, maafkan aku yang telah berfikiran buruk tentangmu dan maafkan aku yang selama ini tidak pernah mendengarkan penjelasanmu, aku memang bukan sahabat yang baik aku tidak pantas menjadi sahabatmu “ ujarnya dengan terseduh – seduh.

“ San, tanpa kamu meminta maaf aku sudah memaafkanmu, dan kamu nggak boleh ngomong seperti itu, kamu adalah sahabat terbaikku “ sahutku sambil menenangkannya.

“ benarkah itu Ra? ” tanyanya dengan muka berseri – seri

“ iya, tapi dari mana kamu tau semua kejelasan ini? “ ujarku

“ aku tau semua ini dari  Mila dan Emil “ jawabnya

“ syukurlah kalau mereka sudah menjelaskan padamu “ sahutku

“ kita masih bersahabat kan Ra? “ tanyanya

“ tentu saja “ jawabku dan dengan spontan ia merangkulku.

Sandra setiap hari menemani dan menjagaku di rumah sakit dan ia bercerita banyak kepadaku termasuk ia jadian dengan Dika, aku senang sekali mendengarnya. Dan aku menjadi pulang lebih cepat dari rumah sakit. Kami menjadi sahabat yang lebih saling mengerti dan perhatian satu lain agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

 

 

 

                                                                                                SELESAI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s